Apakah Demokrasi itu Islam ?

Maret 25, 2009

Umat ini akan dimenangkan oleh Alloh subhanahu wa ta’ala jika mau kembali pada Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman salafus-sholih….

Bukan dengan PARTAI,karena hakekatnya sistem kepartaian merupakan bagian dari demokrasi yang notabene buatan orang-orang Kafir. Akankah kita beralih dari kalamulloh dan petunjuk Rosululloh shollalllohu ‘alaihi wa sallam kepada bimbingan orang-orang kuffar yang sedikit demi sedikit menghancurkan umat islam….?!!

Islam ini dapat bersatu dengan tauhid dengan i’tiqod yang benar yaitu i’tiqodnya para salaful ummah ahlussunnah wal jama’ah.

Saat ini orang begitu mendewa-dewakan demokrasi dan menyangka
demokrasi itu bagian dari Islam. Padahal tidak disangsikan lagi bahwa
demokrasi merupakan hasil pikiran manusia, demokrasi bukanlah Islam dan
Islam bukan demokrasi. Bahkan dalam sistem demokrasi, yang menjadi
penegak hukum, mengatur semua tatanan hidup manusia dan sebagai sumber
kekuasaan adalah rakyat. Allohu akbar! Bukankah Alloh yang
memiliki hak pensyariatan secara mutlak? Wahai saudaraku, janganlah
engkau tertipu dengan lisan yang pandai membawakan kebatilan, dan
menghiasinya dengan argumentasi yang semu.

Ketahuilah, bahwa demokrasi dicetuskan oleh mereka orang-orang kuffar. Mereka menganggap bahwa rakyat banyaklah yang memegang kekuasaan dan menjadi sumber kekuasaan. Na’udzu billah!! Saudaraku, bukankah Alloh telah memerintahkanmu untuk mengembalikan urusan pada Al Kitab dan As Sunnah? Simaklah firman Alloh: “Kemudian
jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia
kepada Alloh (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar
beriman kepada Alloh dan hari kemudian.”
(An-Nisa’: 59). Lalu
apakah demokrasi juga mengembalikan permasalahan pada Al Qur’an dan As
Sunnah ketika menyelesaikan permasalahan? Lihatlah dengan jelas,
bukankah mereka mengembalikan pada orang terbanyak tanpa melihat
bagaimana keadaan orang-orang tersebut? Padahal Alloh berfirman, “Dan
jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini,
niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain
hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah
berdusta (terhadap Allah).”
(Al An’am: 116)

Mereka para pembela demokrasi berusaha untuk mengadakan pendekatan
terhadap Islam dengan memberi label demokrasi islami. Mereka juga
dengan nafsu syahwatnya berusaha untuk merubah dan mencocok-cocokkan
secara paksa syariat-syariat islam agar tidak bertentangan dengan
demokrasi. Padahal telah jelas dalam firman Alloh, “Kemudian Kami
jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan
(agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa
nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. Sesungguhnya mereka
sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sedikitpun dari siksaan
Allah. Dan Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu sebagian mereka
menjadi penolong bagi sebagian yang lain, dan Allah adalah pelindung
orang-orang yang bertakwa.”
(Al-Jatsiyah: 18-19)

Saudaraku, Islam berbeda dengan penganut demokrasi dari kalangan
yahudi dan nashoro serta agama-agama kafir lainnya. Mereka adalah orang
yang ingkar kepada Alloh dan rosul-Nya. Akankah engkau mengikuti jejak
mereka sejengkal-demi sejengkal menuju pintu-pintu neraka? akankah
engkau loyal kepada mereka, memuji-muji mereka dan membantu mereka
untuk berteriak bahwa semua agama sama, pria dan wanita punya kedudukan
yang sama, jilbab hanya budaya arab dan ucapan-ucapan lain yang
melecehkan Al Qur’an? Saudaraku, lihatlah sendiri kebobrokan yang
diakibatkan oleh demokrasi. Banyak orang berbicara seenak sendiri
sesuai hawa nafsunya dengan bertamengkan kebebasan yang ditawarkan
demokrasi. Mereka beramai-ramai menghujat pemerintah di depan umum, di
podium-podium, media massa dan sebagainya. Sungguh ini adalah akhlak
yang jauh dari tuntunan Nabi yang mulia! Sekarang engkau lihat begitu
maraknya digelar demonstrasi dengan berkedok pelaksanaan demokrasi.
Wahai saudaraku, bukankah demonstrasi yang telah menanamkan rasa
permusuhan kepada pemerintah, membunuh orang tidak bersalah, mengganggu
keamanan umat dan mengacau ketertiban, mengumbar kaum wanita di
jalan-jalan menjadi tontonan——> HARAM!!!!dan membuat macet dakwah islam?

Saudaraku, ikutilah para ulama yang istiqomah meniti jalan
yang lurus di atas petunjuk Nabi yang mulia, mereka tidak pernah
menghalalkan untuk menghujat pemerintahan di depan umum, atau
menganjurkan berdemonstrasi, atau mengkudeta pemerintahan yang sah.
Bahkan andaikan pemerintahan begitu zholim, maka Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam
pun tetap memerintahkan kita untuk mendengar dan taat kepada mereka
selama tidak bertentangan dengan perintah Alloh. Penuhilah hak mereka
dan mintalah hakmu pada Alloh Ta’ala. Wallohu A’lam bish showab.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.